Sinopsis dan Review Film Korea PAWN
Sinopsis dan
Review Film Korea PAWN – Apa kamu percaya bahwa
keluarga, tidak hanya berasal dari keterikatan darah? Film korea terbaru,
berjudul Pawn ini akan mengajak kita, sebagai penonton merasakan makna keluarga
yang tidak hanya datang dari keterikatan darah. Tetapi bisa jadi dengan orang
yang baru kita temui. Memang pada awalnya kita tidak akan mudah percaya, tapi
waktu yang akan membuktikannya.
Dikisahkan dua penagih hutang, Doo-seok dan Jong-bae
yang menagih hutang kepada Myung-ja. Karena kesulitan ekonomi membuat Myung-ja,
tidak bisa membayar hutangnya beserta bunganya. Memberikan jaminanpun tidak
bisa, karena dia tidak punya apa-apa. Eh
… Doo-seok mengambil Seung-yi, anak Myung-ja sebagai jaminan. Bagaimana
kisah selanjutnya? Yuk baca review selanjutnya.
Sinopsis film Korea Terbaik Pawn
Incheon, Korea selatan pada tahun 1993. Doo-seok
bekerja sebagai debt collector dibantu oleh Jong Bae. Mereka berdua menemui
Myung-ja untuk menagih hutang dan bunga, yang sudah disepakati. Tetapi Myung-ja
tidak memiliki apapun untuk diberikan. Doo-seok lantas mengambil Seung-yi
sebagai jaminan.
Pemeran Film Korea Seru Pawn
- Sung Song-il berperan sebagai Doo-seok, rentenir yang terlihat galak
tetapi baik hati - Ha Ji-won sebagai, Young Seung-yi dewasa.
- Hong Seung-hee sebagai Young Seung-yi remaja
- Park So-yi sebagai Young Seung-yi kecil.
- Yunjin Kim sebagai Myung-ja, ibunya Young Seung-yi
- Kim He-won sebagai Jong-bae, adik dari Doo-seok sekaligus partner
- Kim Jae-hwa sebagai, Madam Jeong
- Na Moon-hee seabgai nenek Young Seung-yi
- Jin Yoo-young sebagai menteri Republic of Korea
- Jung In-gi sebagai translator Noh
Kisah Rentenir dan Anak Jaminannya
Pawn bagi saya termasuk film Korea romantis hubungan
anak, dan orang yang merawatnya. Tidak hanya ibu dan orangtua, tetapi juga bisa
kerabat atau justru orang lain yang tidak ada ikatan darah sama sekali. Bukan
diadopsi, tapi ini lebih ke rentenir yang mengambil anak orang yang berhutang
sebagai jaminan. Kisah yang unik, memang. Jangan dibayangkan yang tidak-tidak,
bahwa rentenir kejam, suka kasar atau menganiyaya. Ini kebalikannya. Film Pawn,
menguras emosi dan air mata saya.
Dari judul mungkin sudah bisa ketebak, Pawn berasal dari basaha Inggris yang
memiliki arti menggadaikan. Tetapi apa yang digadaikan? Kalau biasanya dalam
bentuk barang, di sini anak yang diambil sebagai jaminan. Agar orangtua yang
berhutang, segera melunasinya.
Film Korea 2020 Pawn.
mempunyai durasi penayangan 113 menit, dan distribusikan oleh CJ Entertainment pada 29 September 2020
di Korea Selatan. Film Pawn menjadi
film yang sangat menghangatkan hati, dan memberikan banyak hal positif. Bahwa
seorang anak itu harta yang paling berharga, milik kita. Sekalipun itu bukan
anak kita sendiri.
Sceene pertama diperlihatkan
Seung-yi dewasa, yang diperankan oleh Ha Ji-won menjadi penerjemah bahasa
Mandarin yang cerdas di Korea Selatan. Ia pergi ke China, menjadi penerjemah
dan membantu penandatangan kontrak.
Ketika berada di toilet, dia mendapatkan telepon. Agar segera kembali ke
Korea, orang yang dicarinya sudah ditemukan. Jadi selama ini Seung-yi dewasa
mencari Doo-seok, yang sudah 10 tahun menghilang. Kemudian adegan flashback ke Incheon, Korea selatan pada
tahun 1993.
Kisah Pawn bermula dari Doo-seok dan Jong-bae yang
berangkat bekerja, sebagai penagih hutang. Ia akan mendatangi Myung-ja yang
masih mempunyai hutang. Hari ini kesepakatan pelunasan hutang tersebut akan
dibayar, beserta bunganya. Tetapi Myung-ja yang ditemui di pasar melarikan diri
bersama anaknya.
Doo-seok dan Jong-bae mengejar mereka. Lantas
menagih hutang yang belum Myung-ja bayar.
“Maaf aku belum bisa bayar.” Ucap Myung-ja
jujur.
“Bapaknya yang suruh membayar, kalau kau tak
punya uang.” Balas Doo-seok.
“Suamiku sudah meninggal. Aku tak punya apa-apa
lagi.”
“Kalau begitu berikan jaminan, agar aku
percaya.” Paksa Doo-seok agar terlihat galak.
“Aku tak punya apa-apa.” Rintih Myung-ja
meminta keringanan waktu
Doo-seok lantas mengambil Seung-yi kecil, dan ia
gendong. “Kalau begitu anakmu jadi jaminanya. Besok segera lunasi!”
ia pun pergi meninggalkan Myung-ja yang menangis.
Seung-yi kecil pun mendapatkan julukan ‘jaminan’.
Doo-seok memanggilnya dengan nama ‘jaminan’, sampai ia dewasa.
Apakah keesokan harinya ibunya datang membawa uang
dan menyelamatkan Seung-yi? Doo-seok menanti, Seung-yi kecil juga menunggu.
Tetapi ibunya tidak nampak. Seung-yi kecil melarikan diri, sempat ke rumah yang
ditinggali sementara dan mengambil tas ransel besar serta berganti sandal besar
milik ibunya. Sepatunya hilang satu ketika berlari menyelamatkan diri, kabur
dari kedua rentenir di atas.
Saat ia mencari ibunya, ia berjalan dan terus
berjalan sampai ketemu seroang pria pengemis yang memberikan dirinya roti dan
akan diajak pergi. Seung-yi kecil dipaksa untuk ikut tapi tidak mau, untunglah
datang Doo-seok yang menyelamatkan Seung-yi kecil dan membawanya pulang.
“Kau tenang saja. Ibumu pasti menebusmu dan
mebawamu pulang.”
“Benarkah?”
“Ya. Sudah hentikan tangismu.”
Begitulah percakapan keduanya di mobil. Keesokan
harinya, hari berikutnya, dan berganti hari lagi, ibu Seung-yi tidak muncul.
Bukan tidak peduli dengan Seung-yi. Semua ibu pasti melakukan segala cara agar
anaknya bisa selamat. Ternyata Myung-ja tertangkap polisi, karena ia termasuk
imigran gelap dari China. Myung-ja memberikan nomor ponsel paman Seung-yi, yang
sudah berjanji akan memberikan penebusan uang. Kalau sudah ditebus, Seung-yi
harus diberikan kepada pamannya tersebut.
“Sampai jumpa jaminan! Sekolah yang baik,
jadilah anak yang cerdas, dan temui ibumu kalau sudah besar.” Pesan
Doo-seok ketika berpisah. Perpisahan itu membuat Doo-seok sakit, tak enak
kerja, tak enak makan, dan segalanya. Laiknya orangtua sendiri. Karena mau
tidak mau Doo-seok harus mengakui bahwa kehadiran Seung-yi, memberikan warna
dalam hidupnya. Ini kayak adegan film Voice of Silence, Tae-in yang merindukan Cho-hee karena sudah menjadi bagian dari hidupnya.
Ia berusaha melacak kepergian Seung-yi, ia pun
berusaha menghubungi melalui pager (alat komunikasi pada masa itu). Tapi tidak
juga mendapat jawaban. Hari-hari yang dilewatinya membuat ia semakin merindukan
Seung-yi. Dibantu Jong-bae, akhirnya ia mendapatkan kabar Seung-yi.
Orang yang mengaku pamannya adalah orang yang menjual
anak kecil, ke orang lain dan mengambil keuntungan. Bocorannya Seung-yi kecil,
dipekerjakan di sebuah bar. Madam Jeong adalah orang yang membayarnya untuk
bekerja. Ia pun kena kibul dari perantaranya, bahwa ia butuh orang yang agak
besar untuk bisa bekerja tapi yang datang anak kecil yang harusnya masih
mendapatkan perlindungan dari ayah ibunya. Tangis saya pecah, apalagi pas upaya
penyelamatan Seung-yi setelah kena lemparan gelas. Huhuhu … bikin mewek dan
bagaiman seorang Doo-seok si rentenir memecahkan kaca bar agar bisa
menyelamatkan Seung-yi.
Akan ada hari di mana nenek Seung-yi diam-diam
menelepon Doo-seok. Akan ada hari di mana diam-diam ibunya mencari tahu
keberadaan Seung-yi di sekolah lantas kembali lagi ke China. Akan ada masa di
mana ibunya memiliki penyakit keras dan harus berpisah. Akan ada sceene Seung-yi bertemu dengan ayah
kandungnya yang sudah menikah lagi. Dan yang paling bikin tangi saya bercucuran
lagi-lagi, saat Seung-yi menelepon Doo-seok yang kesepian dan memanggilnya ‘ayah’
tapi konflik semakin meruncing. Kejutan! Apakah mereka akan bertemu saling
memeluk, ataukah mereka justru akan kehilangan satu dengan yang lain. Jawabannya
ada di film Pawn.
Huft … kalian harus siap tisu
teman-teman, kalau nonton film Korea seru berjudul, Pawn ini. Banyak sekali
pelajaran yang bisa kita dapatkan. Kasih sayang itu sebenarnya ada dimana-mana.
Perjuangan ibu, perjuangan orang yang merawatmu tidak boleh dianggap sebelah
mata. Selagi kamu bisa, selagi kamu mampu bahagiakan mereka. Selamat menonton!
Baca juga :