Review Film Korea Voice of Silence
Review Film
Korea Voice of Silence – Lagi Yoo Ah-in didapuk
bermain sebagi tokoh utama dalam film Voice of Silence, setelah sebelumnya
dapat kita jumpai pada film Alive. Kali ini Yoo Ahn-in akan berperan jadi tokoh
yang tidak bisa bicara, alias bisu. Mungkin kalau di Indonesia, Yoo Ah-in ini
Reza Rahardian. Selalu bermain sebagai tokoh utama, dan memerankan karakter
berbeda-beda dengan penjiwaan karakter yang kuat.
Voice of
Silence
sudah tayang sejak 15 Oktober 2020 di Korea sana, dan bisa disaksikan
streaming. Filmnya berdurasi kurang lebh 99 menit. Bahkan Voice of Silence, sempat merajai puncak box office di Korea Selatan
sana. Dengan budget $1.1 million, masuk box office meraih pendapatan $3.1
million. Daebak!
Cerita singkatnya tentang dua orang pria yang
bekerja menjual telur, dan mempunyai pekerjaan sampingan yaitu membersihkan TKP
para penjahat. Suatu ketika mereka dipasrahi menjaga seorang anak kecil, oleh
bos preman. Saat akan dikembalikan bos preman itu malah meninggal. Jadilah
mereka malah terlibat seperti aksi penculikan.
Sinopsis Korean Movie Voice of
Silence
Dua orang pria, Tae-in dan Chang-bok mencoba
bertahan hidup dengan menjual telur keliling. Selain usaha tersebut, mereka
menjadi pekerja sampingan untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Yakni bekerja
membersihkan TKP dari para preman, yang membunuh korban. Suatu ketika bos
preman bernama Yong-seok menculik anak kecil, mereka berdua harus mengurus anak
yang dijadikan sandera. Ketika akan diserahkan, justru bos terrsebut meninggal.
Mereka berdua lantas terlibat dengan penculikan. Apakah mereka akan selamat?
Pemeran Film Korea Voice of
Silence
- Yoo Ah-in sebagai Tae-in. Pekerja yang ikut dengan Chang-bok menjual
telur. Selain itu ia juga bekerja sampingan, membersihkan TKP (Tempat Kejadian
Perkara). - Yoo Jae-myung sebagai Chang-bok. Bos dari Tae-in yang memiliki modal
dan mobil untuk jualan keliling. - Moon Seung-A sebagai Cho-hee, anak kecil berusia 11 tahun yang diculik
oleh bos para penjahat - Im Kang-sung sebagai Yong-seok, bos para penjahat. Ia menjadi cameo di
Voice of Silence.
Voice of Silence; Film Korea dengan Dialog
Minim
Menurutku drakor Voice of Silence, adalah drakor
thriller kriminal yang tidak biasa. Pusatnya ada di kedua tokoh utamanya,
Tae-in dan Chang-bok. Dilihat dari sudut pandang orang normal, mereka biasa
saja bekerja sebagai pedagang telur. Tae-in jadi bawahan, Chang-bok jadi
bosnya. Tapi hubungan mereka seperti ayah dan anak, meski sama-sama bujang.
Bedanya Chang-bok sudah tua.
Yang akan membuat kita sebagai penonton tercengang,
adalah bagian sceene lanjutannya. Setelah mereka berdua jualan telur, mereka
berganti profesi jadi ‘cleaner’. Pembersih TKP (Tempat Kejadian Perkara) para
penjahat. Jadi stelah bos preman selesai memukuli orang, dan jadi mayat. Mereka
berdua yang bertugas membersihkan lokasi, sampai bersih termasuk penguburannya.
Mereka berdua tidak memandang pekerjaan tersebut
sebagai sesuatu yang kotor, mereka menganggap pekerjaan itu ya pekerjaan
seperti membersihkan tempat aja. Cleaning service lah istilahnya. Mereka giat,
dalam bekerja. Mereka juga mendoakan korban yang meninggal, dan menguburkan
dengan layak.
Konflik mulai bergerak ketika bos Yong-seok
memerintahkan mereka berdua, mengambil seorang bocah di TKP. Rencananya hanya
semalam saja, satu hari dibawa mereka. Tapi pas mereka membaca bocah berusia 11
tahun, bernama Cho-hee itu bertemu bos Yong-seok. Eh, justru bos tersebut
tewas. Mreka juga yang menguburkan jenazahnya. Masalah jadi lebih rumit. Mereka
harus membawa Cho-hee kembali ke rumah.
Untunglah Cho-hee ini cerdas, mampu membaca situasi
dan justru dia bisa membaur dengan adiknya Tae-in yang berusia di bawah usia Cho-hee sendiri. Mereka jadi teman yang
baik. Tidak segan Cho-hee membantu membersihkan rumah Tae-in dan mengajari adik
Tae-in membersihkan rumah.
Pendapat Tentang Film Voice of
Silence
Jika diperhatikan dari sisi saya sebagai penikmat
tontonan, atau dalam keseharian yang saya jalani. Nggak mungkin banget mau
kerja jadi cleaner, membersihkan TKP dan menguburkan jenazah. Tetapi kedua
tokoh ini tidak menganggap itu serius, bagi mereka itu hanyalah pekerjaan
biasa. Voice of Silence tidak juga menggambarkan tentang kesadisan penjahat,
seperti film The Call
Kalian akan melihat Yoo Ah-in lebih gemukan,
bocorannya dia menaikan berat badan 15 Kg agar terlihat benar-benar seperti
kuli. Berbeda dari Alive, yang terlihat
kurus. Salut juga untuk Yoo Ah-in dengan rambut plontosnya, dan akting
dengan ekspresi wajah yang terihat penuh penderitaan.
Dan saya baru sadar yang jadi Chang-bok itu yang
jadi musuh di drama Korea Itaewon Class. Kedua tokoh ini memang luar biasa,
dari segi akting tak perlu diragukan lagi kualitasnya. Pantaslah menuai
kesuksesan.
Untuk pelajaran yang bisa diambil dari film Korea
Voice of Silence ini, bagi saya ya jangan sampai bekerja bersinggungan dengan
yang namanya kriminal. Pekerjaan apapun itu, yang penting halal dan baik.
Apalagi diceritakan Tae-in memiliki seorang adik, mereka berasal dari keluarga
yang tidak berpunya. Tidur dengan alas seadanya di desa terpencil.
Tokoh lain yang layak diacungi jempol karakter
Cho-hee, yang luar biasa. Meski masih kecil tapi aktingnya begitu memukau.
Sukses untuk film Voice of Silence,
dan selamat menonton teman-teman.
Detail Film Voice of Silence
Judul : Voice of Silence
Directed : Hong Eui-jeong
Produced : Lewis Taewan Kim, Afolabi Kuti,
Kim Hyung-ok, dan Choi Moon-seok
Written : Hong Eui-jeong
Starring : Yoo Ah-in, Yoo Jae-myung, Moon
Seung-ah
Music : Jang Hyuk-jin, Jang Yong-jin
Cinematography : Park
Jung-hoon
Edited : Han
Mee-yeon
Production company : Lewis
Pictures, Broedmachine Productions, Broccoli Pictures
Distributed : Acemaker
Movieworks
Release date : October
15, 2020 (South Korea)
Running time : 99
minutes
Country : South
Korea
Language :Korean
Baca juga :
Website pendukung artikel: