Lontong Sate Ayam Taman Garuda Kendal

Lontong Sate Taman Garuda Kendal


Bloggerkendal.com – Siapa
yang nggak demen sama satai?
Potongan daging yang biasanya berbentuk dadu kecil-kecil kemudian ditusuk
dengan lidi / bambu lantas dipanggang dengan menggunakan arang kayu. Sate biasa
disandingkan dengan lontong atau nasi, sebagai lauk untuk mengenyangkan perut.
Pada Selasa, 15 November 2016 saya sempat menikmati, Lontong Sate Ayam
Taman Garuda Kendal. Masih terlalu pagi, waktu itu pukul 7 kurang, ibu penjual
sate sedang mengipasi potongan ayam di atas arang kayu. Baunya menyengat
kemana-mana. Sembari menunggu toko yang saya tuju buka, saya melipir ke
dagangan sate si ibu.

Sambel kacangnya nyus, sedap benar makan lontong sate pagi begini. Ada
potongan tulang juga lho, buat yang demen ama tulang belulang yang dicelup ke
dalam sambel kacang.
Lontong Sate Taman Garuda Kendal
5 tusuk sate ayam dan 1 lonjor lontong 
Seporsinya Rp 10 ribu, ada 5 tusuk sate dengan satu lontong dan taburan
cabai serta bawang merah. Teh angetnya seharga Rp 3 ribu. Sebenarnya mau
nambah, eh tapi perut sudah merasa kenyang.
“Saya sudah jualan dari pukul 5, Dek,” katanya ketika saya
tanya buka pukul berapa. Benar-benar pagi sekali si ibu ketika menjemput rizki.
“Emang udah ada yang beli, Bu? Pagi-pagi begitu?”
“Justru pagi, itu Dek! Rame, biasanya untuk sarapan atau dibawa
kerja,” tutur ibu penjual sate. Saya mengangguk-angguk, iya juga ya. 
Pagi-pagi pasti banyak beberapa ibu-ibu yang malas memasak, atau anak sekolahan
yang tidak punya banyak waktu sarapan bahkan para perkerja pun pasti
terburu-buru berangkat agar tidak terlambat.
“Ibu rumahnya deketan sini aja, Bu?” tanya saya memastikan,
pastinya daerah sini menurut saya karena bisa pagi-pagi sekali berada di
lokasi.
“Iya deket, Dek, mau mampir?” saya senyumin aja nih si ibu,
ramah bener orangnya, “Bu, saya izin jepretin dagangan ibu, ya?
Lontong Sate Taman Garuda Kendal

“Oh iya, Dek silakan,” balas si Ibu tertawa dan ketika di
foto, lihatlah pose si ibu ramah penjual sate. 
Letak dagangannya sebelah Timur, taman
Garuda, persis. Selamat mencoba, Lur!  
Thanks ya Bu, untuk pelajaran pagi ini. Maafkan aku, melupakan namamu bu, hehehe … kebiasaan nggak nyatet jadi gampang lupa. 
Saya  jadi inget pesan, Ali bin
Abi Thalib,”Rejeki itu ada dua
macam, rejeki yang pasti mendatangimu dan rejeki yang harus kamu datangi”
.

Maka berpagi-pagilah dalam mencari rizki dan kebutuhan, karena pagi hari itu penuh dengan berkah dan keberhasilan. (HR. Thabrani)
Salam

Baca juga:

Jajanan
Pasar Murah Meriah di Pasar Pagi

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *