Bacaan & Penjelasan Doa Qunut Subuh Sendiri
Bacaan & Penjelasan Doa Qunut Subuh Sendiri – Doa
qunut subuh di dalam melaksanakan sholat adalah salah satu amalan doa yang
mempunyai hukum sunah yang dikerjakan dalam sholat sendiri ataupun berjamaah.
Adapun doa qunut sendiri mempunyai tiga macam doa qunut, yakni antara lain
adalah:
![]() |
| Bacaan & Penjelasan Doa Qunut Subuh Sendiri |
- Doa qunut subuh
- Doa qunut nazilah
- Doa quntu witir
Menurut imam nawawi yang diterangkan dalam kitb
al-adzkar diterangkan bahwa doa qunut diisyaratkan dalam sholat subuh dan
hukumnya adalah sunnah muaakad. Selain itu, ada beberapa pendapat mengenai
pelaksanaan doa qunut diluar sholat subuh. Dalam pandangan Imam syafi’i,
pendapat yang paling benar dan mashur adalah jika orang muslim tertimpa musibah
atau bala bencana, maka dengan melakukan atau melaksanaka doa qunut nazilah dalam sholat fardhu selain sholat subuh.
Namun, apabila tidak terjadi bencana atau musibah maka
qunut tidak dilakukan. Selain sholat subuh dan sholat fardhu lainnya, dalam
buku karangan Imam Nawawi diterangkan, ada qunut yang dilaksanakan pada rakaat
akhir pertengahan dari akhir bulan ramadhan, mengenai hal tersebut doa qunut
dilakukan pada rakaat akhir dari sholat witir sehingga disebut sebagai doa
qunut witir.
Ini Dia Doa Qunut Subuh Sendiri
للّٰهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضٰى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ
مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
“Allohummahdinni fiman hadait, wa’a afinii fiman aafait, wa tawalani fiman
tawalait, wa baariklii fimma athait, wa qini syro maa qhodoit.
Fainaka toqdhi wala yuqdha ‘alaik wa innahu laayadzilu
man walait, wa la ya’izzu man ‘aadait tabaa rokta robbana wat’alait.
Falakalhamdu ‘alaa maa qhodhoit, astagfiruka wa’atubu
ilaik, wasallallahu ‘ala sayyidina Muhammadin
Nabiyyil Ummiyyi wa’alaa aalihii washohbihi wasallam.”
Artinya :
“Ya Alloh tunjukanlah pada hambamu ini sebagaimana pada
mereka yang mana telah Engkau beri petunjuk, dan berilah pada hambamu ini
pengampunan sebagaimana pada mereka yang telah Engkau beri ampun, dan
peliharalah hamba sebagaimana pada mereka yag telah Engkau pelihara, dan
berilah pada hamba keberkahan sebagaimana yang telah Engkau karuniakan pada
mereka, dan selamatkan hamba dari mara bahaya yang telah Engkau tentukan.”
Doa qunut yang disebutkan di atas adalah untuk dibaca
pada saat sholat subuh sendiri, atau biasa disebut dengan doa qunut subuh
sendiri. Sedangkan untuk sholat subuh berjamaah, maka imam dianjurkan mengubah
lafal “ihdini (berilah aku petunjuk)” menjadi “ihdina (berilah kami petunjuk)”.
Dikutip dari nu online, hal ini disebabkan dalam
pandangan Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in dimakruhkan berdoa
untuk diri sendiri pada saat doa bersama. Beliau menegaskan :
وكره لإمام تخصيص نفسه بدعاء أي بدعاء القنوت للنهي عن تخصيص نفسه بدعاء، فيقول الإمام: اهدنا
artinya :
“dimakruhkan bagi imam berdoa khusus untuk dirinya
sendiri pada saat doa qunut karena ada larangan tentang hal itu. Karenanya
hendal=klah imam membaca “ihdina,”
Ketika membaca doa qunut, imam dianjurkan mengeraskan
suaranya dan makmum mengamininya. Selain itu, dianjurkan pula mengangkat kedua
tangan sebagaimana doa pada umumnya.
Dan lebih utama lagi, ketika berdoa ynag mengandung
harapan dan permintaan, telapak tangan menghadap ke atas, sementara sat doa
yang mengandung tolak bala atau dijauhkan dari musibah yang sedang terjadi,
punggung telapak tangan menghadap ke atas. Wallahu a’lam.

