Rujak Serut Mas Har Pasar Sore

Rujak
Rujak Serut
Bloggerkendal.com
– Jadi ceritanya saya dan Oky lagi kepengen jalan-jalan ke Pasar Sore,
Kaliwungu. Karena letak Pasar Sore kan deket dari tempat kerja, kita jalan
menuju lokasi.

Beberapa
pedagang ada yang sudah jualan, ada yang masih akan memasang tratak untuk
jualannya. Saya dan Oky ingin membeli jelly shoes di tempat langganan kami,
karena belum buka. Jadilah kami jalan-jalan sekalian nyari cemilan enak.

Pas
lewat ke gerobak rujak, kok seger banget gitu keliatannya. Akhirnya kami
mampir, waktu itu masih ada pembeli satu. Kemudian saya memesan 1 rujak serut
pedas, eh berikutnya beruntun datang antrian orang-orang. Ternyata rame juga ya
rujak serut mas Har ini. Padahal tempatnya di emperan jalan, dengan 4 kursi
plastik. Tentu saja yang nggak kebagian tempat duduk dia akan berdiri.

Rujak
Antrian Panjang

Sebelum
memulai proses potong memotong atau serut menyerut, mas Har akan bertanya pada
kita. “Mbak rujaknya diserut atau nggak?”

“Iya,”
balas saya, “pedas ya!” kata saya lagi.

Aura
mas Har saat melayani pembelinnya dengan senyum ramah, otomatis saya dan Oky
langsung ngeh aja. Pelayanannya ramah banget, nggak pelit senyum, gerakannya
juga gesit.

Buah
yang diserut ada mentimun, jambu air merah, nanas, pepaya dan beberapa buah
lain. Mungkin inilah sebab ibu-ibu yang lagi hamil doyan banget sama rujak,
selain segar juga lezat. Buah sangat baik untuk dikonsumsi tubuh, sementara
rujak memiliki campuran beberapa buah sekaligus dengan ditambah paduan bumbu gula
merah dan cabai.

Rujak
Mas Har sedang Meracik sambel

Rujak
akan jadi tambah segar jika dinikmati dengan memasukan potongan es batu.
Tambahan lain biasanya saya menggunakan krupuk atau gorengan seperti mendoan.
Memang agak aneh, tapi coba deh rasanya jadi tambah nyus.

Untuk
harga mas Har mematok dengan harga murah Rp 7 ribu saja. Rujak mas Har akan
buka pada sore hari, umumnya pasar sore mulai jam 4 dan mas Har sudah pasti
mangkal di tempat biasa dia berjualan.
Rujak
Tirai biru menutupi kaca untuk menghalau silau matahari

“Mas
Har asli Kaliwungu?” Saya mencoba bertanya saat membayar pesanan saya yang
sudah selesai. Lagi-lagi mas Har tersenyum.

“Nggeh,
Mbak. Saya asli Kaliwungu, rumah saya Pelantaran,” jawabnya dengan ramah. Saya ingin bertanya lagi, tetapi mas Har harus membuat pesanan pembeli yang sedang mengantri. Akhirnya saya pamit dan melanjutkan lagi kegiatan jalan-jalan. 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *