{"id":874,"date":"2021-05-19T13:04:00","date_gmt":"2021-05-19T13:04:00","guid":{"rendered":"https:\/\/bloggerkendal.com\/?p=874"},"modified":"2026-04-30T05:07:51","modified_gmt":"2026-04-30T05:07:51","slug":"ayo-pajak-membuat-alur-pembayaran-pajak-jadi-lebih-mudah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bloggerkendal.com\/?p=874","title":{"rendered":"Ayo! Pajak Membuat Alur Pembayaran Pajak Jadi Lebih Mudah"},"content":{"rendered":"<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;text-indent: 36pt\"><b>Ayo! Pajak Membuat Alur Pembayaran Pajak<br \/>\nJadi Lebih Mudah<\/b> &#8211;<span>&nbsp; <\/span>Selamat pagi!<br \/>\nNggak terasa bulan Maret sudah hampir mau habis, ada apa di bulan Maret? Ingat<br \/>\nuntuk membayar pajak ya teman-teman! Karena seringnya telat membayar pajak,<br \/>\nbisa membuat kita terkena sanksi administrasi. Demi kelancaran keberlangsungan<br \/>\nnegara, saat ini pemerintah sudah tegas menetapkan saksi bagi wajib pajak yang<br \/>\nsering lalai. Mau jadi warga negara yang baik? Harus dong membayar pajak dengan<br \/>\nrutin, jangan sampai kena surat teguran. <\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto;margin-right: auto\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center\"><a href=\"https:\/\/bloggerkendal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/Pajak.jpg\" style=\"margin-left: auto;margin-right: auto\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Ayo! Pajak Membuat Alur Pembayaran Pajak Jadi Lebih Mudah\" border=\"0\" data-original-height=\"1152\" data-original-width=\"2048\" height=\"225\" src=\"https:\/\/bloggerkendal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/Pajak.jpg\" title=\"Ayo! Pajak Membuat Alur Pembayaran Pajak Jadi Lebih Mudah\" width=\"400\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center\"><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\"><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;text-indent: 36pt\">Kira-kira<br \/>\npajak apa saya yang harus dibayar perorangan sih? Buat teman-teman yang belum<br \/>\ntahu, jenis-jenis pajak yang harus dibayarkan, di bawah ini sedikit saya<br \/>\njabarkan macam-macam wajib pajak yang kadang tidak kita sadari kita sudah<br \/>\nmenjadi warga yang taat membayar pajak. Apa saja sih jenis-jenis pajak? Yuk<br \/>\nbaca : <\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: center\">Jenis-jenis Pajak yang Harus<br \/>\nDibayar<\/h3>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;text-indent: 36pt\">Sebelum<br \/>\npandemi menyerang, pernah nggak kalian makan di sebuah restoran, atau ketika<br \/>\nstaycation bareng keluarga saat membayar dan melihat billing ada keterangan PPN<br \/>\n(Pajak Pertambahan Nilai). Di mana aslinya misal Rp500 ribu, eh ada tambah<br \/>\nsekian ribu buat PPN-nya? Nah, kalau sudah ingat itulah yang dinamakan pajak.<br \/>\nYang kadang tidak kita sadari. Awalnya dulu saya pun tidak tahu, apa sih PPN,<br \/>\nkok selalu ngikutin kalau saya belanja eh &#8230; ternyata PPN adalah pajak yang<br \/>\nkita bayarkan kepada negara. <\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<div class=\"separator\" style=\"clear: both;text-align: center\"><a href=\"https:\/\/bloggerkendal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/PicsArt_05-20-12.28.17.jpg\" style=\"margin-left: 1em;margin-right: 1em\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Jenis-jenis Pajak\" border=\"0\" data-original-height=\"1152\" data-original-width=\"2048\" height=\"225\" src=\"https:\/\/bloggerkendal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/PicsArt_05-20-12.28.17.jpg\" title=\"Jenis-jenis Pajak\" width=\"400\" \/><\/a><\/div>\n<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\"><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;text-indent: 36pt\">Lantas apalagi<br \/>\nsih macam-macam wajib pajak yang lain? Ini dia 3 jenis pajak yang harus dibayar<br \/>\nmasyarakat.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\">1. PPn (Pajak Penghasilan)<\/h4>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;text-indent: 36pt\">Setiap pekerja<br \/>\nyang memiliki penghasilan tinggi, maka pajak yang harus dibayarkan akan semakin<br \/>\nbesar pula. Contohnya seperti di bawah ini : <\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<blockquote style=\"border: none;margin: 0px 0px 0px 40px;padding: 0px;text-align: left\">\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">Penghasilan Rp50 juta wajib<br \/>\nmembayar pajak 5%<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">Penghasilan Rp50 juta-250 juta,<br \/>\nwajib pajaknya 15% dan lain sebagainya. <\/p>\n<\/blockquote>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;text-indent: 36pt\">Untuk karyawan<br \/>\nbiasanya wajib mengisi formulir SPT setiap tanggal 30 Maret kan? Karena<br \/>\nperusahaan tempat dirinya bekerja yang akan memotong PPh dalam kurun waktu<br \/>\nsetahun. Jika seseorang tidak memiliki NPWP akan jauh lebih besar lagi<br \/>\npemotongannya. Maka sebaiknya buatlah NPWP, tenang, pembuatannya gratis. Namun,<br \/>\nada orang-orang yang tidak perlu membayar pajak, ialah mereka yang<br \/>\npenghasilannya tidak mencapai UMR.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\">2. PBB (Pajak Bumi dan Bangunan)<\/h4>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;text-indent: 36pt\">Mengapa setiap<br \/>\ntahun atau beberapa bulan sekali jual beli tanah, atau rumah harganya sering<br \/>\nmelonjak? Ya karena setiap tahunnya PBB ini juga naik, makanya banyak yang<br \/>\nmenaikan juga tanah tersebut. Dari data luas tanah, bangunan, kualitas komponen<br \/>\nbangunan termasuk yang dihitung dalam PBB. <\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;text-indent: 36pt\">Pembayaran PBB<br \/>\nyang kita lakukan, dan kita setorkan ke pemerintah pusat ini nantinya akan<br \/>\ndibagikan kepada kabupaten\/kota dan provinsi tempat kita tinggal<span>&nbsp; <\/span>kurang lebihnya 10%. <\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\">3. PKB (Pajak Kendaraan Bermotor)<\/h4>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;text-indent: 36pt\">Kewajiban<br \/>\nmembayar pajak juga harus kita lakukan, ketika kita mempunyai kendaraan<br \/>\nbermotor. Seperti motor, mobil, truk, dan lain sebagainya. Tingkat<br \/>\npembayarannya cenderung menurun, sesuai dengan penyusutan nilai jual. Nominal<br \/>\nsetiap kendaraan akan berbeda, sementara untuk dendanya dihitung dari biaya<br \/>\npajak dan sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas (SWDKL). <\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;text-indent: 36pt\">Telat membayar<br \/>\npajak kendaraan bermotor juga akan kena sanksi sebesar 2%, paling lama<br \/>\ntengatnya 15 bulan dari tanggal pembayaran tapi kalau sudah menahun ya<br \/>\ndikalikan jumlah waktunya. Makanya sering kali banyak dijual murah kendaraan<br \/>\natau mobil itu karena telat pajaknya. Siapa yang membeli ya dialah yang harus<br \/>\nmelunasi. Makanya jangan telat ya teman-teman. <\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: center\">Dengan Ayo! Pajak Ayo Jangan<br \/>\nTelat Bayar Pajak<\/h3>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;text-indent: 36pt\">Siapa saja<br \/>\nyang telat membayar pajak, pasti akan terkena denda. Semakin lama dibayarkan<br \/>\ndan telatnya menahun dendanya pun akan semakin besar. Hal tersebut bisa<br \/>\nmerugikan diri sendiri, apalagi perusahaan? Supaya denda tidak terus<br \/>\nmembengkak, dikarenakan kita sibuk atau tidak sempat mengambil cuti kerja<br \/>\nmakanya manfaatkan teknologi terkini dengan <a href=\"https:\/\/ayopajak.com\/\">Aplikasi<br \/>\nPajak Online<\/a>. <\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<div class=\"separator\" style=\"clear: both;text-align: center\"><a href=\"https:\/\/bloggerkendal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/PicsArt_05-20-12.49.07.jpg\" style=\"margin-left: 1em;margin-right: 1em\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Ayo! Pajak Membuat Alur Pembayaran Pajak Jadi Lebih Mudah\" border=\"0\" data-original-height=\"1152\" data-original-width=\"2048\" height=\"225\" src=\"https:\/\/bloggerkendal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/PicsArt_05-20-12.49.07.jpg\" title=\"Ayo! Pajak Membuat Alur Pembayaran Pajak Jadi Lebih Mudah\" width=\"400\" \/><\/a><\/div>\n<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\"><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;text-indent: 36pt\">Ayo! Pajak<br \/>\nmerupakan aplikasi pajak online yang akan membantu kita dalam membayar pajak,<br \/>\nmenghitung pajak, dan pelaporan pajak. <\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;text-indent: 36pt\">Jujur sebagian<br \/>\ndi antara kita telat membayar pajak, karena perhitungan pajak yang membuat<br \/>\nrumit jadinya banyak waktu yang harus dihabiskan. Apalagi secara manual.<br \/>\nSekarang dengan Ayo! Pajak nggak perlu khawatir lagi deh, hitungan pajak lebih<br \/>\ncepat dan dilakukan otomatis. Yang perlu digaris bawahi adalah data-data<br \/>\nkeuangan yang dibutuhkan harus benar. <\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;text-indent: 36pt\">Ayo! Pajak<br \/>\nsudah resmi terdaftar sebagai Application Service Provider (ASP) dari<br \/>\nDirektorat Jenderal Pajak yang sudah diresmikan berdasarkan Surat Keputusan<br \/>\nDirektorat Jenderal Pajak. Seluruh masyarakat Indonesia tidak perlu lagi,<br \/>\nberdesak-desakan di kantor pajak apalagi masa pandemi yang harus menjaga diri<br \/>\ndari kerumunan. <\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;text-indent: 36pt\">Apa sih yang<br \/>\nbisa dilakukan Ayo! Pajak dalam membantu mengurus pajak? Ayo! Pajak akan<br \/>\nmengelola kebutuhan pajak dari menghitungnya, diintegrasi dengan software<br \/>\nakuntansi jurnal, Pembuatan ID Billing, Pengarsipan data, membayar pajak,<br \/>\nbahkan melaporkan melalui E-filling. Mantep ya kan? Sekarang udah nggak susah<br \/>\nlagi, tinggal buat akun dengan email yang aktif ke<br \/>\n<u><i>apps.ayopajak.com\/account\/login<\/i><\/u> dan lakukan registrasi. Isi informasi dengan<br \/>\nakurat ya, di form tersebut dan seketika kita langsung bisa melakukan pelaporan<br \/>\npajak. Nah, mari kita kabarkan ke seluruh masyarakat Indonesia, bayar pajak<br \/>\nsudah sangat mudah. Semoga bermanfaat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Ayo! Pajak Membuat Alur Pembayaran Pajak Jadi Lebih Mudah &#8211;&nbsp; Selamat pagi! Nggak terasa bulan Maret sudah hampir mau habis, ada apa di bulan Maret?&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":875,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-874","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/874","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=874"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/874\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":878,"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/874\/revisions\/878"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/875"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=874"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=874"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=874"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}