{"id":2283,"date":"2021-07-31T12:00:00","date_gmt":"2021-07-31T12:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/bloggerkendal.com\/?p=2283"},"modified":"2026-04-30T05:43:49","modified_gmt":"2026-04-30T05:43:49","slug":"ikut-menjaga-kekayaan-flora-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bloggerkendal.com\/?p=2283","title":{"rendered":"Ikut Menjaga Kekayaan Flora di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">&nbsp;Coba sebutkan bunga yang sudah lama tidak&nbsp; kamu jumpai?&nbsp;Coba sebutkan flora yang dulu sering kamu lihat tapi sekarang sudah jarang banget? Kalau di tempatku, buna sepatu. Bunga yang pohonnya berfungsi sebagai tanama pagar ini sudah sangat jarang dijumpai, masuknya informasi dan adanya budaya luar dari kota sekitar menjadikan masyarakat sedikit demi sedikit mulai mengganti tanaman pagar dengan pagar tembok dan pagar besi. Coba saat ini ada berapa sih rumah yang masih menggunakan pagar tanaman di pekarangan rumahnya?<\/p>\n<p><\/p>\n<div class=\"separator\" style=\"clear: both;text-align: center\"><a href=\"https:\/\/bloggerkendal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/PicsArt_07-31-11.56.59.jpg\" style=\"margin-left: 1em;margin-right: 1em\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Sumber Daya Flora di Indonesia\" border=\"0\" data-original-height=\"1365\" data-original-width=\"2048\" height=\"213\" src=\"https:\/\/bloggerkendal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/PicsArt_07-31-11.56.59.jpg\" title=\"Sumber Daya Flora di Indonesia\" width=\"320\" \/><\/a><\/div>\n<p><\/p>\n<p><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Keanekaragaman flora yang ada di Indonesia tidak terlepas dari posisi Indonesia yang berada di garis khatulistiwa. Istilah flora mungkin sudah jarang digunakan saat ini, terlebih lagi dengan adanya pandemi yang membuat orang lebih mengutamakan kebutuhan mendasar untuk mencari nafkah dan menjaga&nbsp; kesehatan. Untuk sebagian anak-anak juga beradaptasi dengan proses pembelajaran dari rumah.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Flora diartikan sebagai semua jenis tumbuhan yang tumbuh di daerah tertentu. di Indonesia ada 3 persebaran jenis flora, yaitu:<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\"><b>1. Flora Dataran Sunda<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\">Meliputi Jawa, Kalimantan, Sumatera dan Bali. jenis Flora di kawasan ini juga sering disebut Asiatis karena berada di bawah pengaruh Flora dari benua Asia yang didominasi oleh tumbuhan yang berhabitus pohon dari suku <i>Dipterocarpaceae<\/i>.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\"><b>2. Flora Daratan Sahul<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\">Meliputi Papua dan pulau-pulau kecil disekitarnya terpengaruh&nbsp; jenis flora dari benua Australia. Flora yang dikenal juga dengan&nbsp; nama Austrialis ini didominasi oleh jenis-jenis tumbuhan berhabitus pohon dari suku <i>Araucariaceae<\/i> dan <i>Myrtaceae<\/i><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\"><b>3. Flora Daerah Peralihan<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\">Meliputi Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara yang berad di bawah pengaruh dua benua, Australia dan Asia. Jenis tumbuhan berhabitus pohon dari suku <i>Araucariaceae<\/i>, <i>Myrtaceae<\/i> dan <i>Verbenaceae<\/i> mendominasi jenis pohon di kawasan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<h3 style=\"text-align: center\">Sumber Daya Flora di Indonesia<\/h3>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify\">Sebagai negara kepulauan, dan terletak di antara dua&nbsp; benua, Asia dan Australia, Indonesia diberkahi dengan berbagai macam jenis tanaman. Ada puluhan ribu spesies yang dimiliki Indonesia. Luas wilayan Indonesia ada sekitar 1,3% dari luas bumi yang terdiri dari <a href=\"tel:17500\">17.500<\/a> pulau dengan panjang gariis pantai sekitar <a href=\"tel:95181\">95.181<\/a> km. Perbandingannya adalah 2 juta km\u00b2 daratan dan 7 juta km\u00b2 lautan. Jadi luas wilayah indonesia sekitar 9 juta km\u00b2.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify\">Dari <b>Jurnal pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkukngan<\/b> oleh Cecep Kusumana dan Agus Hikmat memaparkan untuk tumbuhan, Indonesia diperkirakan memiliki 25% dari spesies tumbuhan berbunga yang ada di dunia atau merupakan urutan negara terbesar ke tujuh dengan jumlah spesies mencapai <a href=\"tel:20000\">20.000<\/a> spesies, 40% merupakan tumbuhan endemik atau asli Indonesia. Jadi kita harus bersyukur dengan keanekaragaman tersebut yang menjadikan Indonesia kaya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify\">Untuk jenis paku-pakuan, Indonesia memiliki banyak spesies hingga lebih dari 4000 spesies yang tersebar hampir di seluruh wilayah Nusantara. Untuk jenis rotan ada sekitar 322 spesies yang terdiri dari 204 spesies dari genera <i>Calamus<\/i>, 86 spesies dari genera <i>Deamonorps<\/i>, 25 spesies dari genera <i>Korthalsia<\/i>, 7 spesies dari genera <i>Ceratolobus<\/i>, 4 spesies dari genera <i>Plectocomia<\/i>, 4 spesies dari genera <i>Plectocomiopsis<\/i>, dan 2 spesies dari genera <i>Myrialepsis<\/i>. Masih banyak lagi ragam dari tumbuhan yang ada di indonesia dan sebagian bisa dimanfaatkan sebagai obat-obatan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify\"><\/p>\n<div class=\"separator\" style=\"clear: both;text-align: center\"><a href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhXAccTKPldqT0qvlTvHtlGmfrxBw7wmiMksvsPL7cbCHVtcqSU1oWitpVbfUE3iGPUokbcgX46BphgkRhVvoRW7_1AO_Pkyqf63R2vrLI689lRScKlAiuuNC0UG1-iIrr7G2Hqd5Ym34ZI\/w400-h286\/flora+indonesia.jpg\" style=\"margin-left: 1em;margin-right: 1em\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Sumber Daya Flora di Indonesia\" border=\"0\" data-original-height=\"1463\" data-original-width=\"2048\" height=\"286\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhXAccTKPldqT0qvlTvHtlGmfrxBw7wmiMksvsPL7cbCHVtcqSU1oWitpVbfUE3iGPUokbcgX46BphgkRhVvoRW7_1AO_Pkyqf63R2vrLI689lRScKlAiuuNC0UG1-iIrr7G2Hqd5Ym34ZI\/w400-h286\/flora+indonesia.jpg\" title=\"Sumber Daya Flora di Indonesia\" width=\"400\" \/><\/a><\/div>\n<p><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify\"><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify\"><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify\">Kita patut bersyukur akan keanekaragaman yang Indonesia miliki. Apa yang Indonesia miliki ini termasuk salah-satu kemurahan sang pencita untuk masyarakat agar bisa di lestarikan serta diambil manfaatnya. Seperti yang kita tau, bebrapa spesies tanaman di indonesia terancap punah karena eksplorasi,&nbsp; pembukaan lahan baru hingga penebangan liar.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify\"><\/p>\n<h3 style=\"text-align: center\">Melestarikan Sumber Daya Flora<\/h3>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify\">Penyelamatan spesies tumbuhan memang tidak bisa dilakukan seorang diri. Kita perlu bergerak dengan semangat yang sama untuk melestarikan tamanan. Indonesia dikenal dengan paru-paru dunia karena luasnya hutan yang kita miliki. Namun dengan banyaknya pembukaan laan baru dan penembangan ilegal, sedikit banyak ikut berperan serta mengurangi keanekaragaman flora di indonesia.&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify\">Salah satu langkah untuk mendorong penyelamatan sumber daya hayati adalah dengan menetapkan kelangkaan suatu spesies. Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No.7 Tahun 1999 menjelaskan kalau tidak kurang dari 58 spesies tumbuhan yang termasuk kedalam 6 famili termasuk kategori dilindungi. Antara lain ada talas-talasan, palem, anggrek, kantong semar, bunga patma dan meranti.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify\"><\/p>\n<div class=\"separator\" style=\"clear: both;text-align: center\"><a href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhbc1SxMGCgIw-bGqFT309Mtm6WG_yqKXkOpbgiDEsBTwOpHebvJET7AGGY47ZhZR9MdmopYMgIaKURhU3H_BYu5WVTe_kB_FC2G2HawxyhIgPqclO3BsyCp3MYgz-HlfpGiso-RFh8q5Si\/w400-h266\/Sumber+Daya+Flora.jpg\" style=\"margin-left: 1em;margin-right: 1em\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"1365\" data-original-width=\"2048\" height=\"266\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhbc1SxMGCgIw-bGqFT309Mtm6WG_yqKXkOpbgiDEsBTwOpHebvJET7AGGY47ZhZR9MdmopYMgIaKURhU3H_BYu5WVTe_kB_FC2G2HawxyhIgPqclO3BsyCp3MYgz-HlfpGiso-RFh8q5Si\/w400-h266\/Sumber+Daya+Flora.jpg\" width=\"400\" \/><\/a><\/div>\n<p><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify\"><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify\"><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify\">Kalau teman-teman yang membaca ini kelak atau saat ini sudah menjadi pegawai pemerintah, swasta atau apapun memiliki perorangan bisa melindungi keanekaragaman hayati. Saya titip harapan agar ruang hidup keanekaragaman flora bisa dilindungi maupun dilestarikan. Sedangkan kita yang perseorangan ini bisa juga ikut andil melestarikan keanekaragaman hayati dengan menanam pohon serta tumbuhan di pekarangan atau saat kita pergi ke hutan. Bisa pula dengan melakukan kegiatan sosial penanaman hutan serta kampanye mengenai kelestarian hayati.&nbsp; Terima kasih.<\/p>\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp;Coba sebutkan bunga yang sudah lama tidak&nbsp; kamu jumpai?&nbsp;Coba sebutkan flora yang dulu sering kamu lihat tapi sekarang sudah jarang banget? Kalau di tempatku, buna sepatu.&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2284,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2283","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2283","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2283"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2283\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2287,"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2283\/revisions\/2287"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2284"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2283"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2283"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2283"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}