{"id":225,"date":"2021-04-21T05:11:00","date_gmt":"2021-04-21T05:11:00","guid":{"rendered":"https:\/\/bloggerkendal.com\/?p=225"},"modified":"2026-04-30T04:54:11","modified_gmt":"2026-04-30T04:54:11","slug":"proyek-suka-suarauntukkusta-untuk-memberantas-stigma-kusta-dan-disabilitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bloggerkendal.com\/?p=225","title":{"rendered":"Proyek SUKA #SuaraUntukKusta untuk Memberantas Stigma Kusta dan Disabilitas"},"content":{"rendered":"<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">Apa yang teman-teman tau tentang<br \/>\npenyakit kusta? Kusta merupakaninfeksi atau bakteri kronis yang menyerang<br \/>\njaringan kulit. Kusta juga dikenal dengan istilah lepra, hansen atau Morbus<br \/>\nHansen. <\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">Dalam tulisan kali ini saya ingin berbagi cerita mengenai kegiatan sharing yang saya ikuti di sesi webinar zoom dan YouTube. Acara gathering dan peluncuran proyek SUKA #SuaraUntukKusta ini dilaksanakan berkat kerjasama dari NLR dan KBR (Kantor Berita Radio). Acara ini diselenggarakan untuk mendorong pemberantasan kusta dan inklusi bagi orang dengan disabilitas akubat kusta. Mari hilangkan stigma mengenai kusta dan disabilitas. setidaknya dukungan kita bisa memberikan semangat untuk mereka. Hal ini dikarenakan kalau penderita tidak<br \/>\nsegera diobati dengan baik akan berkibat sulutnya melakukan aktifitas karena<br \/>\nketerbatasan fisik dan mental.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<div class=\"separator\" style=\"clear: both;text-align: center\"><a href=\"https:\/\/bloggerkendal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/photo_2021-04-21_12-07-21.jpg\" style=\"margin-left: 1em;margin-right: 1em\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"320\" src=\"https:\/\/bloggerkendal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/photo_2021-04-21_12-07-21.jpg\" \/><\/a><\/div>\n<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\"><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">Selain untuk memberantas stigma<br \/>\nkusta dan disabilitas, kegiatan ini juga dilakukan untuk mengingatkan kepada<br \/>\nsesama kalau penyakit kusta itu ada dan memang perlu diberikan perhatian<br \/>\nbukannya diabaikan dan dikucilkan. Untuk peringatan kusta sedunia (World<br \/>\nLeprosy Day) diselenggaraan tepat pada tanggal 31 Januari 2021. Peluncuran<br \/>\nProgram SUKA (Suara Untuk Kusta) dilakukan NLR. <\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">Penyakit Kusta merupakan penyakit<br \/>\nmenular menahun yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Leprae yang menyerang<br \/>\nkulit, saraf tepi dan jaringan tubuh lainnya kecuali otak. Maka dari itu sangat<br \/>\ndisarankan agar yang terkena penyakit Kusta berobat dengan rutin agar dapat<br \/>\ndisembuhkan tanpa cacat dan stigma kusta yang ada pada pasien menjadi hilang. <\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\"><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">Pada acara webinar hari rabu 14<br \/>\nApril 2021 kemarin kita ternyada media memiliki peranan penting dalam menghapus<br \/>\nstigma kusta dan disabilitas yang ada di Indonesia. Contohnya saat kita ingin<br \/>\nmemberitakan mengenai sumbangan pejabat publik yang tengah berinteraksi dengan<br \/>\nsaudara kita yang terkena Kusta maupun disabilitas, sebisa mmungkin kita<br \/>\nmengambil gambar ketika sedang berinteraksi, ngobrol maupun bermain. dan<br \/>\ndiusahakan pengambilan foto dilakukan dengan gaya <i>Eye Level<\/i>. demikian yang<br \/>\ndisampaikan oleh Lutfi Anandika sebagai salah satu narasumber.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\"><\/p>\n<div class=\"separator\" style=\"clear: both;text-align: center\"><a href=\"https:\/\/bloggerkendal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/IMG_20210422_064500.jpg\" style=\"margin-left: 1em;margin-right: 1em\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Memberantas Stigma Kusta dan Disabilitas\" border=\"0\" data-original-height=\"687\" data-original-width=\"994\" height=\"276\" src=\"https:\/\/bloggerkendal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/IMG_20210422_064500.jpg\" width=\"400\" \/><\/a><\/div>\n<p><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\"><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\"><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">Lutfi juga memaparkan kalau ada permasalahan media yang<br \/>\nsering muncul ketika membicarakan&nbsp;<br \/>\ntentang isiu disabilitas.&nbsp;<br \/>\nseperti:<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<ol>\n<li>Dikotomi normal dan tidak normal,<br \/>\nsempurna dan tidak sempurna, beruntung dan tidak beruntung dll<\/li>\n<li>Bahwa disaabilitas tidak<br \/>\nberkaitan dengan akibat, dosa leluhur, menyangkur ibit bobot, sehingga<br \/>\ndisabiliras dianggap aneh dan menakutkan.<\/li>\n<li>Idenntik dengan sesuatu yang<br \/>\ndibawa, diderita sebagai penyakit.<\/li>\n<li>Ditempatkan dalam posisi esklusif<br \/>\nseperti di Sekolah, rumah dan lainnya.<\/li>\n<\/ol>\n<div><\/div>\n<div class=\"separator\" style=\"clear: both;text-align: center\"><a href=\"https:\/\/bloggerkendal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/IMG_20210422_064549.jpg\" style=\"margin-left: 1em;margin-right: 1em\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Memberantas Stigma Kusta dan Disabilitas\" border=\"0\" data-original-height=\"690\" data-original-width=\"1001\" height=\"276\" src=\"https:\/\/bloggerkendal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/IMG_20210422_064549.jpg\" width=\"400\" \/><\/a><\/div>\n<p><\/p>\n<div class=\"separator\" style=\"clear: both;text-align: center\"><a href=\"https:\/\/bloggerkendal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/IMG_20210422_064613.jpg\" style=\"margin-left: 1em;margin-right: 1em\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Memberantas Stigma Kusta dan Disabilitas\" border=\"0\" data-original-height=\"686\" data-original-width=\"998\" height=\"275\" src=\"https:\/\/bloggerkendal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/IMG_20210422_064613.jpg\" width=\"400\" \/><\/a><\/div>\n<p><\/p>\n<div class=\"separator\" style=\"clear: both;text-align: center\"><a href=\"https:\/\/bloggerkendal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/IMG_20210422_064656.jpg\" style=\"margin-left: 1em;margin-right: 1em\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Memberantas Stigma Kusta dan Disabilitas\" border=\"0\" data-original-height=\"701\" data-original-width=\"1005\" height=\"279\" src=\"https:\/\/bloggerkendal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/IMG_20210422_064656.jpg\" width=\"400\" \/><\/a><\/div>\n<p><\/p>\n<div><\/div>\n<div><\/div>\n<div>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal;margin-bottom: 0cm;text-align: justify\">Dalam sesi sharing, ibu Citra Dyah Prastuti<br \/>\nmengatakan kalau selama 22 tahun berdiri, KBR Indonesia konsisten mendorong<br \/>\nisue cerita dan karya yang melibatkan kelompok yang terpinggirkan. Sebagai<br \/>\nKantor Berita Radio yang memproduksi Podcast, tentunya KBR Indonesia memiliki<br \/>\nperanan penting untuk menyampaikan edukasi kepada masyarakat. Maka dari itulah<br \/>\nsaya sebagai blogger terdorong untuk turut serta menyampaikan informasi kepada<br \/>\nmasyarakat dan untuk saya sendiri bahwasanya persebaran informasi yang baik soal stigma<br \/>\nkusta dan disabilitas perlu disebarkan.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal;margin-bottom: 0cm;text-align: justify\"><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">Dari kementrian kesehatan sendiri<br \/>\nmenargetkan di tahun 2020- 2021 terkait eliminasi kusta adalah:<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<ul>\n<li>Kasusu baru pada anak masih<br \/>\n9.14%. Karena itu berikan imunisasi BCG pada bayu yang dapat membantu<br \/>\nmengurangi kemungkinan terkena kusta.<\/li>\n<li>Masih ada 8 provinsi yang masih<br \/>\nbelum bebas kusta<\/li>\n<li>Jumpah penderita masih ada<br \/>\nsekitar 20 ribu orang.<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: center\">Pengetahuan Sederhana Penyakit<br \/>\nKusta<\/h3>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">Sebagai orang awam, Kita juga<br \/>\nperlu mengetahui ciri-ciri penyakit kusta. Sehingga ketika kita berinteraksi di<br \/>\nlingkungan maupun di media sosial kiya tidak kaget lagi dan bisa tetap<br \/>\nmemperlakukan pasien sewajarnya sehingga bisa ikut mengurangi stigma yang<br \/>\nberkaitan dengan kusta maupun disabilitas. <\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">Pada sesi sharing tanggal 14<br \/>\nApril 2021, ibu Christiana Widyaningrum, MKes mengatakan kalau kusta itu ada 2<br \/>\njenis yaitu kusta kering dan kusta basah. Ciri cirikusta kering biasanya<br \/>\nterlihat seperti bersisik, sering dianggap sebagai eksim atau panu. Sedangkan<br \/>\nkusta basah biasanya kulit basah mengkilap. <\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\"><b>Penularannya<\/b> :<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">Penularan penyakit kusta bisa<br \/>\nsaja terjadi jika tidak diobati sehingga mempengsruhi syaraf tubuh.<br \/>\nPenularannya bisa melalui sentuhan antar kulit maupun droplet saat pasien<br \/>\nbatuk. Maka dari itu keluarga pasien juga harus diperiksa agar tidak untuk<br \/>\nmenghindari penularan.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\"><b>Gejala <\/b>:<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">Gejala awal yang terjadi pada<br \/>\npasien berupa bercak putih seperti panuatau kemerahan pada kulit, mati rasa<br \/>\ntidak gatal dan tidak perih. Jika sudah parah, bisa saja terjadi kecacatan yang<br \/>\ndiakibatkan karena kuman kusta menyerang syaraf karena terlambat diobati.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">Beberapa cacat yang terjadi :<\/p>\n<\/div>\n<blockquote style=\"border: none;margin: 0px 0px 0px 40px;padding: 0px;text-align: left\">\n<div>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<ul>\n<li>Mata yang tidak bisa menutup dan<br \/>\nbisa sampai berakibat kebutaan.<\/li>\n<li>Mati rasa pada telapak tangan,<br \/>\njari-jari keriting, memendek, putus-putus dan lunglai<\/li>\n<li>Tepalak kaki mati rasa, memendek<br \/>\ndan semper, jari-jari keriting<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/blockquote>\n<div>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\"><b>Pengobatan<\/b> :<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">Pengobatan bisa dilakukan<br \/>\nsesegera mungkin. Di puskesmas juga telah disediakan secara gratis dan harus<br \/>\nrutin meminumnya. Pengobatan bisa dilakukan secara rutin selama 6 bulan atau 12<br \/>\nbulan. Hal ini tergantung pada jenis penyakit kusta yang dialami pasien.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">Dibutuhkan pengobatan secara dini<br \/>\nkarena harus jelas juga mana obat yang cocok dan jenis kusta seperti apa.<br \/>\nDengan pengobatan rutin diharapakan bisa menghindari terjadinya kecacatan.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">\n<div class=\"separator\" style=\"clear: both;text-align: center\"><a href=\"https:\/\/bloggerkendal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/IMG_20210422_064411.jpg\" style=\"margin-left: 1em;margin-right: 1em\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Memberantas Stigma Kusta dan Disabilitas\" border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1900\" height=\"228\" src=\"https:\/\/bloggerkendal.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/IMG_20210422_064411.jpg\" width=\"400\" \/><\/a><\/div>\n<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\"><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">Dalam sesi lain 19 April 2021<br \/>\ndari KBR yang juga membahas mengenai kusta, Pemateri dr. Udeng Damam selaku<br \/>\nTechnical Advisor Program Pengendali Kusta NLR Indonesia mengatakan bahwa<br \/>\npenyakit ini tidak menular. Karena 95% penduduk memiliki kekebalan alami<br \/>\nterhadap kusta. hanya 3% saja dari penduduk yang bisa tertular namun bisa<br \/>\nsembuh, dan 2% yang bisa tertular dan memerlukan pengobatan.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">beliau juga menjelaskan bahwa ada<br \/>\nobat pencegahan untuk keluarga yang disekitar pasien. untuk&nbsp; meningkatkan kualitas hidup bukan hal yang<br \/>\nmudah. perlu penanganan bersama. dalam hal in NLR bekerja sama dengan<br \/>\npemerintah dan dinas kertain hingga organisasi yang konsen kepada disabilitas.<br \/>\nbemtuknya ada berupa sisi medin dan non medis. jadi bagaimana upaya agar pasien<br \/>\nkusta tidak jatuh kedalam disabilitas karena kusta nya.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"line-height: normal;margin-bottom: 0cm;text-align: justify\">\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify\">Selain ada pemeriksaan untuk<br \/>\npengobatan secara cepat untuk menemukan pasien kusta, NLR juga melakukan<br \/>\nprogram untuk melakukan pencegahan sedini mungkin agar masyarakat tidak terkena<br \/>\npenyakit kusta, NLR juga melakukan kegiatan bersama organisasi masyarakan untuk<br \/>\nmendukung kelompok perawatan diri yang akan berkembang jadi kelompok mandiri<br \/>\nsehingga bisa dikembangakan dengan membuat jejaring dan terampilan bisa aproduktif<br \/>\nmelalui organisasi.<\/p>\n<\/div><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa yang teman-teman tau tentang penyakit kusta? Kusta merupakaninfeksi atau bakteri kronis yang menyerang jaringan kulit. Kusta juga dikenal dengan istilah lepra, hansen atau Morbus Hansen.&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":226,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-225","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/225","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=225"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/225\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":232,"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/225\/revisions\/232"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/226"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=225"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=225"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bloggerkendal.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=225"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}